Surat Cinta Untuk Calon Suamiku

Thursday, November 17, 2011
Salam semua!
Hari ini nak tunjuk kat korang semua, sebuah KARYA AGUNG.
tapi bukan hasil harya aku!

Nak jadi cerita, bila bosan aku selalu online, hari-hari online. Entah macam mana aku boleh jumpa benda ni kat YOUTUBE. Jodoh kot.
Video dari Humaira Fii Hamra. Walaupun aku tak kenal dia, tapi aku TABIK mendada lagi tau! Dia buat surat cinta, FUHH! Ayat bukan main power lagi!
Belek-belek balik, ada bahasa melayu sikit campur indon.
Tapi memang bermadah, bunga bunga bunga bunga CINTA+IMAN..
Aku baca feeling habisss.
Video ni mungkin dah lama published tapi aku yang ketinggalan kot.
HAHA. Jom baca ayat dia!
Kalau korang dah pernah baca pun, layan je laa okay.




Surat Cinta untuk Calon Suamiku

Kepada ytb, calon suamiku,

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh...

Dear calon suamiku..

Apa kabarnya imanmu hari ini?
Sudahkan harimu ini diawali dengan syukur
 karena dapat menatap kembali fananya hidup ini?
Sudahkan air wudhu menyegarkan kembali ingatanmu 
atas amanah yang saat ini tengah kau genggam?

Wahai calon suamiku,
Tahukah engkau betapa Allah sangat mencintaiku dengan dahsyatnya?
Disini aku ditempa untuk menjadi dewasa, 
agar aku lebih bijak menyikapi sebuah kehidupan dan siap mendampingimu kelak.
Meskipun kadang keluh dan putus asa menyergapi, 
namun kini kurasakan diri ini lebih baik.

Kadang-kadang aku bertanya-tanya, 
kenapa Allah selalu mengujiku tepat dihatiku?
Bagian terapuh diriku..
Namun kini aku tahu jawabannya.
Allah tahu dimana tempat yang paling tepat agar aku senantiasa kembali mengingatiNya.
Ujian demi ujian insyaAllah membuatku lebih tangguh, 
sehingga saat kelak kita bertemu, 
kau bangga telah memiliki aku dihatimu.

Calon suamiku,
Entah dimana dirimu sekarang.
Tapi aku yakin Allah pun mencintaimu sebagaimana Dia mencintaiku.
Aku yakin Dia kini tengah melatihmu menjadi mujahid yang tangguh hingga aku pun bangga memilikimu kelak.
Apa yang kuharapkan darimu adalah kesalihan.
Semoga sama halnya dengan dirimu.
Karena apabila kecantikan yang kau harapkan dariku, 
hanya kesia-siaan yang akan kau dapati.

Aku masih haus akan ilmu.
Namun berbekal ilmu yang ada saat ini, 
aku berharap dapat menjadi isteri yang mendapat keredhaan Allah 
dan dirimu, suamiku..

Wahai calon suamiku,
Saat aku masih menjadi asuhan ayah dan bundaku, 
tak lain doaku agar menjadi anak yang solehah.
Agar kelak dapat menjadi tabungan keduanya di akhirat.

Namun nanti, 
setelah menjadi isterimu, 
aku berharap menjadi pendamping yang solehah.
Agar kelak di syurga cukup aku yang menjadi bidadarimu, 
mendampingi dirimu yang soleh.

Aku ini pencemburu berat, 
tapi kalau Allah dan Rasulullah lebih kau cintai daripada aku, aku rela.
Aku harap begitu pula dirimu.
Aku yakin kaulah yang kubutuhkan.
Meski nanti kau bukanlah orang yang kuharapkan.

Calon suamiku yang dirahmati Allah,
Apabila hanya sebuah gubuk menjadi perahu pernikahan kita, 
takkan kunamai dengan gubuk derita.
Karena itulah markas dakwah kita 
dan akan menjadi indah ketika kita hiasi dengan cinta dan kasih.
Ketika kelak telah lahir generasi penerus dakwah Islam dari pernikahan kita, 
bantu aku untuk bersama mendidiknya dengan harta yang halal, 
dengan ilmu yang bermanfaat, 
terutama dengan menanamkan pada diri mereka ketaatan kepada Allah Taala.

Bunga akan indah pada waktunya.
Yaitu ketika bermekaran menghiasi taman.
Maka kini tengah kupersiapkan diri ini sebaik-baiknya.
Bersiap menyambut kehadiranmu dalam kehidupanku.
Kini aku sedang belajar menjadi yang terbaik.
Meski bukan umat yang terbaik, 
tapi setidaknya menjadi yang terbaik disisimu kelak.

Calon suamiku,
Inilah sekilas harapan yang kuukirkan dalam rangkaian kata.
Seperti kata orang, 
tidak semua yang dirasakan dapat diungkapkan dengan kata-kata.
Itulah yang kini kuhadapi.
Kelak saat kita tengah bersama, 
maka disitulah kau akan memahami diriku, 
sama halnya dengan diriku yang akan belajar memahamimu.

Bersabarlah calon suamiku. 
Doaku selalu, 
agar Allah memudahkan jalanmu untuk menjemputku sebagai bidadarimu.
Semoga Allah selalu menjagamu.
Agar tak tersentuh yang bukan mahrammu meski hanya seujung kuku.
Agar kau bisa mempersembahkan dirimu seutuhnya untukku.
Seperti halnya aku yang ingin mempersembahkan diriku seutuhnya, 
hanya untukmu.

Sudah dulu ya calon suamiku..

Waalaikummussalam warahmatullahi wabarakatuh..

Calon istrimu.

Haa takmau touching okay.
Indahnya ayat-ayat dia.
Mana-mana perempuan pun akan tersentuh bila baca.

Korang tak faham?
Haishh orang berjiwa seni je boleh faham bait-bait ni.
HAHA
Tengok sendiri la video dia ni, siap dengan lagu lagi.
Insaf terus aku dengar.





1 komen membina:

  1. cokie said...:

    MasyaAllah..memang menyentuh perasaan..terusik hati..

Post a Comment